Sekali waktu aku mengikuti ibadah remaja di gereja tempat aku tertanam. Biasanya aku mengikuti ibadah umum, tapi karena ada sesuatu hal, aku memilih untuk datang di ibadah remaja. Hari itu aku memilih duduk di deretan paling belakang.
Aku mengikuti ibadah seperti biasa. Ketika tiba waktunya Firman Tuhan akan dibagikan, pembicara pun maju menuju mimbar yang telah disiapkan. Ternyata, pembicara tersebut membawa seorang pemuda untuk membantunya bersaksi bagaimana pemuda ini merasakan Kasih Setia Tuhan dalam hidupnya.
" Saat ini saya terdaftar sebagai seorang mahasiswa fakultas arsitektur semester 7 di suatu universitas swasta ternama di Surabaya, yang juga aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan, sehingga saya diberi kepercayaan untuk menjadi ketua dari salah satu kegiatan rohani di kampus " Begitulah sedikit perkenalan di awal yang pemuda ini sampaikan.
Di awal ceritanya tidak ada yang terlalu istimewa dari hidupnya. Sama seperti mahasiswa lain pada umumnya. Berkutat dengan tugas - tugas di kampus dan sibuk dengan kegiatan - kegiatan rohani yang dapat meningkatkan iman percayanya pada Yesus, satu - satunya Tuhan yang hidup.
Rupanya, mahasiswa ini merupakan pemuda kelahiran Jakarta, yang hidup di Surabaya tanpa sanak saudara menemani hari - harinya. Tinggal seorang diri di sebuah rumah kos tak jauh dari tempatnya menimba ilmu. Yang lebih mengejutkan lagi, di usianya yang baru menginjak kepala 2, dokter memvonis bahwa dia tidak lagi memiliki umur yang panjang karena penyakit kanker darah yang perlahan menggerogoti tubuhnya.
Sepanjang dia bercerita, ada satu kalimat yang berulang kali dia ucapkan.
" ... tapi Tuhan Yesus itu baik, Dia amat sangat baik, aku mau kasik seluruh hidupku buat Dia, seutuhnya "
Di akhir ceritanya, tiba - tiba seperti ada yang bertanya dengan jelas di hatiku. Aku mendengarNya bertanya padaku,
" Haruskah aku membuatmu sampai benar - benar tidak memiliki apapun untuk kau berikan selain hidupmu, baru kau akan memberikan hidupmu untukKu ?? Seperti pemuda itu, yang tak punya pilihan lain selain memberikan hidupnya kepadaku di sisa hidupnya "
Tak terasa air mata mengalir membasahi pipiku. Tidak pernah ada pilihan terbaik dalam hidup selain memberikan hidup kita seutuhnya hanya untuk Tuhan dan demi kemuliaanNya di atas bumi ini. Ya, hanya itu yang bisa kuberikan sebagai ungkapan rasa syukur dan cintaku padaNya. Sang pemberi nafas hidupku, yang merancangku dan menenunku dengan tanganNya yang penuh kasih. Sekarang waktunya, ketika aku masih muda dan kuat, sebelum rambutku mulai memutih, fisikku makin melemah, kerja otakku menurun, dan kesehatanku memburuk, akan kuberikan hidupku sebagai persembahan yang hidup sampai suatu hari nanti aku kembali kepadaNya.
Bagaimana dengan anda ?? Ketahuilah bahwa hanya anda yang Dia rindukan. Berikan hidup anda SEKARANG atau TIDAK AKAN PERNAH ADA kesempatan lagi bagi anda untuk melakukannya. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Kalau bukan sekarang, kapan lagi ??